Selasa, 17 Januari 2017

TUGAS PSIKOLOGI MENEJEMEN



KEPEMIMPINAN

I.                    PENGERTIAN
·         Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
·         Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
·         Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
·         Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
·         Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

II.                  TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
• Pemimpin bekerja dengan orang lain Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.
• Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas). Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.
• Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas­tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
• Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
• Manajer adalah seorang mediator Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
• Pemimpin adalah politisi dan diplomat  seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
• Pemimpin membuat keputusan yang sulit seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
• Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
• Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
• Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator

Teori X & Y

C. Teori X dan Y Salah satu model perilaku kepemimpinan adalah Teori X dan Y yang dikemukakakn oleh Douglas McGregor. Teori X dan Y didasarkan pada berbagai asumsi tentang para karyawan/pegawai dan bagaimana memotivasi mereka. Berbagai asumsi yang mendasari Teori X dan Y adalah :

Teori X :
1. Karyawan cenderung tidak suka (malas) bekerja, kalau mungkin menghindarinya.
2. Karyawan selalu ingin diarahkan.
 3. Manajer harus selalu mengawasi kerja.

 Teori Y :
1. Karyawan suka bekerja.
2. Karyawan yang memiliki komitmen pada tujuan organisasi akan dapat mengarahkan dan mengendalikan dirinya sendiri.
3. Karyawan belajar untuk menerima bahkan mencari tanggung jawab pada saat bekerja.

Asumsi yang dikembangkan dalam Teori X pada dasarnya cenderung negatif dan gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam suatu organisasi adalah gaya kepemimpinan petunjuk (directive­leadership style). Gaya kepemimpinan petunjuk sangatlah tepat diterapkan manakala karyawan yang menjadi bawahannya tersebut cenderung pasif, malas bekerja, tidak kreatif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, peran pengarahan yang dilakukan oleh manajer suatu organisasi menjadi sangatlah dominan dan penting bagi kemajuan organisasinya tersebut. Tanpa arahan yang jelas dan baik, kinerja karyawan akan buruk, tugas­tugas pekerjaan yang dibebankan tidak dapat diselesaikan tepat waktu, atau kualitas penyelesaian pekerjaannya rendah. Dalam hal ini, komunikasi yang dikembangkan antara manajer dengan para karyawannya cenderung menjadi komunikasi satu arah yaitu komunikasi dari manajer ke bawahan (top­down communications). Sumber komunikasi lebih didominasi dari manajer, sehingga bawahan cenderung hanya mengiyakan, tidak punya inisiatif, dan tinggal melaksanakan saja tanpa memahami apa maksud dan tujuan atau latar belakang pelaksanaan tugas tersebut.
Sementara itu, asumsi yang dikembangkan dalam Teori Y pada dasarnya cenderung positif dan gaya kepemimpinan yang diterapkannya adalah gaya kepemimpinan partisipatif (participative leadership style). Dalam Teori Y diasumsikan bahwa karyawan cenderung berperilaku positif. Karyawan pada dasarnya memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak malas bekerja, ingin kerja mandiri, dan memiliki komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan suatu organisasi. Disamping itu, karyawan juga memiliki kecenderungan untuk memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap setiap pekerjaan yang mereka kerjakan. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam situasi tersebut adalah gaya kepemimpinan partisipatif dimana para karyawan dilibatkan di dalam proses pengambilan keputusan. Dalam gaya kepemimpinan partisipatif tersebut, komunikasi yang dikembangkan antara manajer dan bawahan adalah komunikasi dua arah. Manajer juga memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menyampaikan ide atau gagasannya yang sangat berharga bagi pengembangan suatu organisasi. Ringkasnya, dalam Teori X dan Y Douglas McGregor berusaha mengungkapkan bagaimana perilaku karyawan dalam bekerja dan sekaligus bagaimana gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam situasi lingkungan kerja yang berbeda, termasuk bagaimana komunikasi antarpribadi (manajer dan bawahan) tersebut dikembangkan dalam lingkungan kerjanya.


Sumber:


Kamis, 12 Januari 2017

Job Desc & Job Spec Training

Tujuan Pelatihan dan Pengembangan SDM
Pengembangan SDM penting dilakukan untuk kemajuan suatu perusahaan melalui pelatihan. Hal yang paling penting adalah memberi pelatihan kepada para karyawan. Ada beberapatujuan pelatihan dan pengembangan SDM, diantaranya adalah :
1. Meningkatkan kinerja para karyawan.
2. Meningkatkan kemampuan kerja para karyawan.
3. Dapat memiliki jiwa tanggung jawab kepada perusahaan.
4. Memiliki sikap yang lebih baik.
5. Meningkatkan keterampilan para karyawan.
6. Menggali potensi yang dimiliki individu.
7. Para karyawan diharapkan mampu memecahkan masalah secara rasional.
8. Untuk mengembangkan karir.

Tugas Manajer Pelatihan dan Pengembangan SDM
Selain memberikan materi pelatihan dan bertanggung jawab dalam pengembangan SDM, tugas manajer pelatihan dan pengembangan SDMantara lain sebagai berikut :
1. Manajer pelatihan dan pengembangan SDM bertugas dalam perencanaan anggaran pelatihan tiap departement, biaya tak terduga dan jumlah peserta pelatihan sesuai kebutuhan.
2. Mengetahui informasi terkini mengenai keterampilan yang dibutuhkan karyawan yang bersifat relevan agar memiliki kinerja yang baik dan efektif.
3. Membuat strategi dan rencana-rencana organisatoris untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pengembangan, dan mengatur pelaksanaan pelatihan, pengukuran dan tindak lanjut yang diperlukan.
4. Membuat desain program pelatihan, kursus dan kurikulum yang di butuhkan dalam memenuhi kebutuhan pelatihan. Kemudian bertugas untuk mengatur terlaksananya kegiatan pelatihan menggunakan jasa dari luar perusahaan.
5. Memilih lembaga pelatihan yang berkualitas sesuai standard yang telah ditentukan sebelumnya.
6. Melakukan organisir terhadap tempat pelatihan, waktu, logistik, penginapan yang dibutuhkan agar dapat tercapai pelaksanaan pelatihan yang efisien
7. Mengadakan kursus pelatihan secara pribadi sebagai tambahan pelatihan yang diadakan oleh penyedia jasa dari luar perusahaan.
8. Menyusun dan menentukan semua perlengkapan dan materi pelaksanaan pelatihan.
9. Bertugas dalam perekrutan, pengembangan dan pengaturan staf secara langsung.
10. Memastikan bahwa setiap aktivitas memiliki inti dan tujuan serta terintegrasi dengan persyaratan perusahaan untuk manajemen keselamatan kerja, mutu, kesehatan, hukum, dan kebijakan.


Daftar Pustaka 
http://pakarkinerja.com/job-des-dan-tugas-pokok-manajer-training-atau-training-manager/

Job Desc & Job Spec Manager Logistic


Tugas seorang manajer logistik adalah melakukan manajemen logistik yaitu mengurus sistem untuk mengawasi proses arus dari logistik dari mulai penyimpanan, pengantaran yang strategis untuk material, bahan-bahan atau suku cadang , dan juga barang jadi atau produk akhir agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh organisasi yang terkait seperti perusahaan.
Tanggung jawab dari seorang manajer logistik tentu saja mengelola dan merencanakan sistem operasi khusus untuk organisasi terkait agar mampu mencapai tujuan bersama dengan memberi manfaat maksimal bagi organisasi dengan biaya operasi seminimal mungkin. Karakteristik utama dari logistik adalah sangat berhubungan erat dengan proses pemindahan atau penyimpanan barang atau material di tempat yang strategis.


Daftar Pustaka 
http://ahlipresentasi.com/tugas-dan-peran-manajer-logistik-dan-warehouse/

Job Desc & Job Spec Direksi Strategi Bisnis

A. Job Description
- Memiliki pengalaman yang luas, memiliki rekam jejak yang baik dan menunjukkan keberhasilan         dalam karir
- Memiliki pengetahuan yang memadai mengenai perusahaan yang akan dipimpin
- Memiliki pemahaman dalam tata kelola perusahaan dan manajemen
- Memiliki kemampuan merancang dan melaksanakan kebijakan strategis untuk perkembangan
 perusahaan
- Memiliki integritas tinggi
- Memiliki jiwa kepemimpinan

B. Job Specification
- Pendidikan : Min. S1 jurusan Pemasaran lebih diutamakan S2, dengan pengalaman di bidang         Pemasaran lebih dari 10 tahun

Keterampilan dan keahlian pemasaran
- Komunikasi dan networking
- Komputer
- Bahasa Inggris
- Dasar-dasar produksi
- Kompetensi karakter
- Disiplin
- Bijaksana
- Berwawasan luas
- Teliti
- Sabar
- Jujur
- Bertanggung jawab
- Pekerja keras




Daftar Pustaka
https://books.google.co.id/books?id=HUNCnAqqv90C&pg=PP11&dq=pengertian+job+specification+dan+job+description&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwj72PGHrJnQAhUfT48KHUPNDBUQ6AEIKDAA#v=onepage&q=pengertian%20job%20specification%20dan%20job%20description&f=false


Minggu, 08 Januari 2017

PSIKOLOGI MENEJEMEN



Psikologi Manajemen adalah suatu studi tentang tikah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi­fungsi manajeman untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang­orang serta sumber daya organisasi lainnya, tanpa adanya manajemen tentu semua tidak akan berjalan dengan baik. Dengan kita memanage hal hal tersebut, tentu kita jadi bisa melakukan hal tersebut dengan baik dan tertata.
Sedangkan organisasi dalam arti Statis merupakan tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung, dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenag, dan garis komando dan tanggung jawab. Sedangkan organisasi dalam arti Dinamis merupakan proses kerjasama antara orang­orang yang tergabung dalam suatau wadah tertentu untuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama pula. Dalam arti paling umum, psikologi organisasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dan perilaku kelompok dalam aturan organisasi formal. Peran organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, karena perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan tentu saja orang yang melakukan aktifitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini terdapat dalam sebuah organisasi.

A. Pengertian Manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Dalam buku Manajemen Teori, Praktik, & Riset Pendidikan, kata manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Kata­kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Manager diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen.

Manajemen erat kaitannya dengan konsep organisasi. Manajemen diperlukan ketika terdapat sekumpulan orang­orang (yang pada umumnya memiliki karakteristik perbedaan) dan sejumlah sumber daya yang harus dikelola agar tujuan sebuah organisasi dapat tercapai. Tujuan tersebut sangat beragam, tergantung dari jenis sebuah organisasi. Menurut Tisnawati Sule, manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang­orang serta sumber daya organisasi lainnya. Hakikat manajemen adalah merupakan proses pemberian bimbingan, pimpinan, pengaturan, pengendalian, dan pemberian fasilitas lainnya. Pengertian manajemen dapat disebut pembinaan, pengendalian pengelolaan, kepemimpinan, ketatalaksanaan yang merupakan proses kegairahan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Fungsi­fungsi manajemen adalah seangkaian kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan mengikuti satu tahapan­tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi­fungsi manajemen terdiri dari empat fungsi, yaitu:

1. Perencanaan atau Planning, yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

2. Pengorganisasian atau Organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan di desain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yangkondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

3. Pengimplementasian atau Directing, yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.

4. Pengendalian dan Pengawasan atau Controlling, yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.

B. Pentingnya Psikologi Manajemen Dalam Kehidupan Sehari-hari
Psikologi manajemen sangat berperan penting untuk kehidupan sehari­hari guna proses mencapai keberhasilan dan mencapai tujuan. Dalam kehidupan sehari­hari manajemen harus terkoordinir dengan baik, karena dengan adanya manajemen kita dapat mengatur sesuatu dengan baik dan benar. Jika kita mau melakukan sesuatu tanpa kita rencanakan cara atau strateginya maka hal yang mau kita lakukan tidak akan ter-manage dengan baik, tidak tertata dan tidak terarah tujuannya kemana dan untuk apa. Tentu kita perlu mempelajari psikologi manajemen agar upaya yang dilakukan tidak menjadi siasia, dan tentunya agar strategi kita bisa tepat untuk mewujudkan target tujuan kita dengan tertata dan terarah.

C. Contoh Manajemen Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Manajemen Rumah. Penerapan manajemen dalam rumah yang perlu diperhatikan seperti menata halaman rumah dengan baik, penataan ruang tamu, penataan tempat tidur, penataan dapur dan penataan kamar mandi/toilet.

2. Manajemen Waktu. Waktu merupakan hal yang sangat berharga, dari mulai kita bangun tidur sampai tidur kembali hendaknya diisi dengan hal­hal yang baik dan bermanfaat secara optimal, efektif dan efisien. Orang yang bisa mengatur dan mengelola waktu dalam hidupnya dia akan mendapatkan hasil yang baik dan keberuntungan.

3. Manajemen Uang. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia pasti mebutuhkan alat pembayaran yaitu uang. Uang digunakan dalam kehidupan sehar­hari seperti untuk membeli makan, bayar ongkos kendaraan, membayar biaya sekolah, dan keperluan lainya. Ilmu Manajemen juga diperlukan untuk memanajemen keuangan dalam kehidupan sehari­hari agar tercipta sebuah perencanaan dan pengawasan terhadap keuangan kita serta agar kita dapat mengetahui dengan jelas berapa besar uang yang telah kita gunakan , dan dengan memanajemen keuangan kita juga bisa mengevaluasi seberapa optimal dan efektifkah kita dalam menggunakan uang.

Organisasi
Definisi Organisasi

Organisasi dapat diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan pola tertentu ,yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik.

Menurut Rosenzweig,organisasi dapat dipandang sebagai :
(1) Sistem sosial,yaitu orang-orang dalam kelompok,
(2) integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama dan
(3) orang-orang yang berorientasi dan berpedoman pada tujuan bersama.Sedangkan Allen,
 berpendapat bahwa organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja , mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab dan menetapkan hubungan-hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.

Karakteristik Organisasi (Nicholas Henry, 1988 : 73):
1.                  Punya maksud tertentu, dan merupakan kumpulan berbagai manusia
2.                  Punya hubungan sekunder (impersonal)
3.                  Punya tujuan yang khusus dan terbatas
4.                  Punya kegiatan kerjasama pendukung
5.                  Terintegrasi dalam sistem sosial yang lebih luas
6.                  Menghasilkan barang dan jasa untuk lingkungannya dan sangat terpengaruh atas
setiap perubahan lingkungan.


Dimensi Desain Organisasi

Menurut Richard L. Daft (1998:15), dimensi desain organisasi terdiri dari 2 tipe yaitu:
1. Dimensi Struktural, yaitu dimensi yang menggambarkan karakteristik internal dari organisasi dan menciptakan suatu dasar untuk mengukur dan membandingkan organisasi.
2. Dimensi Kontekstual, yaitu dimensi yang menggambarkan keseluruhan dari suatu organisasi. Dimensi ini memperlihatkan susunan organisasi yang mempengaruhi dan membentuk suatu dimensi struktural organisasi


Bentuk Desain Organisasi

Bentuk dari desain organisasi ini ditentukan oleh tingkat formalisasi yang dilakukan, tingkat sentralisasi dalan organisasi, kualifikasi karyawan, span of control yang ada serta komunikasi dan koordinasi yang ada dalam organisasi (Robbins,2003:136). Bentuk desain organisasi terdiri dari:

a. Organic
Pada organisasi yang berbentuk organic, maka dalam organisasi ini terdapat tingkat formalisasi yang rendah, terdapat tingkat sentralisasi yang rendah, serta diperlukan training dan pengalaman untuk melakukan tugas pekerjaan. Selain itu terdapat span of control yang sempit serta adanya komunikasi horisontal dalam organisasi.

b. Mostly Organic
Pada organisasi yang berbentuk mostly organic, formalisasi dan sentralisasi yang diterap
kan berada di tingkat moderat. Selain itu diperlukan pengalaman kerja yang banyak
dalam organisasi ini. Terdapat span of control yang bersifat antara moderat sampai lebar serta lebih banyak komunikasi horisontal yang bersifat verbal dalam organisasi tersebut.

c. Mechanistic
Pada organisasi yang berbentuk mechanistic, terdapat ciri-ciri yaitu: adanya tingkat formalisasi yang tinggi, tingkat sentralisasi yang tinggi, training atau pengalaman kerja yang sedikit atau tidak terlalu penting, ada span of control yang lebar serta adanya komunikasi yang bersifat vertikal dan tertulis.

d. Mostly Mechanistic
Pada jenis organisasi ini, terdapat ciri-ciri yaitu: adanya formalisasi dan sentralisasi pada tingkat moderat, adanya training-training yang bersifat formal atau wajib, span of control yang bersifat moderat serta terjadi komunikasi tertulis maupun verbal dalam organisasi tersebut.

Sumber Daya Organisasi 
  • Sumber Daya Manusia
  • Sumber Daya Informasi
  • Sumber Daya Fisik
  • Sumber Daya Keuangan
  • Sumber Daya Alam


Sumber: